Siapa ummat Islam yang tidak mengenalnya? Namanya menghiasi sejarah panjang dari setiap perkataan dan perbuatan Rasulullah. Ia menjadi rujukan utama bagi yang haus akan telaga untaian hikmah dari Rasulullah.

Pada awalnya ia bukanlah orang yang luar biasa. Sebelum masuk Islam tak banyak yang mengenalnya, paling-paling orang-orang mengenalnya hanya sebagai orang yang miskin dan pekerja sebagai pesuruh Basrah binti Ghazwan. Imbalan yang didapatnya dari membantu Basrah hanya berupa makanan. Ia hidup sebagai yatim, bahkan termasuk yang memasuki Islam pada masa-masa belakangan, kurang lebih dua puluh tahun dari orang-orang yang lain. Setelah memeluk Islam ia hanya merasakan hidup selama empat tahun saja bersama Rasulullah.

Namun jangan tanyakan kekuatan tekatnya. Muslim yang baru saja merasakan indahnya Islam ini mulai memikirkan bagaimana caranya agar ia berarti bagi sejarah ummat Islam. Dalam hal keberanian, mungkin ummat akan lebih mengenal Umar bin Khatab atau Khalid bin Walid. Dalam kecerdasan mungkin orang lebih mengutamakan Ali bin Abi Thalib atau Zaid Tsabit dan sederet nama lainnya. Dalam segi ketaatan, orang lebih mengenal Abu Bakar. Dan dalam kedarmawanan ummat lebih menjunjung sosok Utsman bin Affan atau bahkan Abdurrahman bin Auf. Ia sadar ia tak akan mampu mengalahkan nama-nama besar mereka. Namun itu tak membuat nyalinya kendur atau bahkan melemah, bahkan semakin bersemangat.

Ia malah memikirkan sesuatu yang mungkin tak akan pernah bisa didapat dan dilakukan oleh orang lain. Atau minimal tak banyak yang ahli dibidang itu. Ketika itu ia memiliki pemikiran bahwa agama ini harus dijaga. Dan pada saat itu mempelajari al-Qur’an adalah yang paling banyak digeluti oleh para sahabat, akhirnya ia lebih memilih menghafal hadits-hadits dari Rasulullah.

Karena tekat yang luar biasa, sejarah kemudian mencatat namanya sebagai penghafal hadits terbanyak. Dialah Abu Hurairah, yang dengan kekuatan hafalannya agama ini terjaga terjaga kemurniannya dari hadits-hadits yang beliau riwayatkan. Bahkan Imam Syafi’i memuji beliau “Ia paling banyak menghafalkan hadits daripada penghafal semasanya.”

--oOo--

Itulah kebulatan tekat saudaraku, semakin besar tekat maka akan semakin besar pula kekuatan yang mendorongnya. Semakin lemah tekat, maka perlahan tapi pasti membuat langkah kita statis dan tak beraturan yang pada akhirnya menenggelamkan kita pada kebuntuan jalan.

Hidup ini sejatinya hanya bisa dilewati dengan tekat dan optimisme. Itulah sumber kekuatan yang luar biasa bagi manusia. Tanpa itu, kita diibaratkan sebagai mesin tua yang tak mampu lagi berjalan. Diam, kelam, tak bernilai dan teronggok tak berdaya dimakan usia.

Simak bagaimana kekuatan tekad Abu Hurairah, ia tidak hanya ingin dikenal atau menyejarah tetapi karena ingin bisa bermanfaat. Inilah kekuatan sesungguhnya. Perhatikan sebuah hadits Rasulullah,” Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain ” (HR. Bukhari).

Ya…..paling banyak manfaatnya, itulah manusia yang terbaik. Karena sejatinya orang yang bermanfaat tidak akan memikirkan hanya satu kepentingan saja. Tapi dua kepentingan sekaligus, diri dan orang lain. Namun, saksikan berapa banyak orang yang saat ini mau menjadi manfaat bagi orang lain? Kalau tidak kepentingan pribadi, jelas hanya untuk kepentingan golongan saja.

Dalam konteks global, kita adalah ummat yang terbaik yang diperintahkan untuk tidak memikirkan diri sendiri, namun ada amanah dakwah yang luar biasa. Simak bagaimana Allah menjelaskan dalam al-Qur’an, “Kamu adalah ummat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah kepada yang munkar dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, diantara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang fasiq.” (QS. Ali Imran : 110)

Menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah kemungkaran, itulah tujuan hidup seorang muslim. Mendedikasikan dirinya tanpa henti untuk dakwah dan maslahat hidup orang banyak. Tidak ada perintah untuk memikirkan segelintir golongan apalagi diri sendiri.

Kekuatan sejatinya akan semakin menguatkan, jika tujuannya adalah Allah. simak bagaimana Ibnul Qayyim menjelaskan, “jika kebahagiaan hidup seseorang adalah Allah, maka ia menganggap kekayaan adalah kefakiran tanpa Allah dan kefakiran adalah kekayaan bersama Allah. Kemuliaan adalah kehinaan tanpa Allah dan kehinaan adalah kemuliaan bersama Allah.

Saudaraku…sejauh mana kita memiliki kekuatan tekad yang mengantarkan kita pada kemuliaan? Kekuatan yang memikirkan orang lain dan bukan egoisme pribadi saja. Kekuatan untuk kebahagiaan bersama bukan untuk diri sendiri.

Milikilah tekad untuk jadi manusia yang terbaik, manusia yang paling banyak manfaatnya. Bergeraklah, melangkalah dan berletih-letihlah dalam dakwah karena kekuatan itu tidak hanya memuluskan jalan kita meraih kebahagiaan tapi juga mengantarkan kita pada kemuliaan yang kekal diakhirat….insya Allah. Wallahu a’lam…

0 komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya
Terlahir dari keluarga Moslem yang taat dan dilahirkan dengan nama lengkap Amrullah Fikri serta memiliki nama hijrah Al-Ghifari yang mengambil nama salah satu sahabat Rasul yang Ruarrrr Biasaaa. Menjadi wali Allah didunia (InsyaAllah),Ahli Ibadah,Ahli Syukur,Ahli Sedekah,Ahli Sabar,berakhlak mulia,Ahli Ilmu,punya kerajaan di syurga yang tertinggi dan menjadi salah satu anggota majelis Rasul di Syurga menjadi tujuan hidupku.(Amin.....), Aku Makhluk yang lemah,Manusia biasa yg Bercita2,yang gemar belajar dari kesalahan+pengalaman,bersahabat dengan siapa saja(kecuali mahluk halus), menyukai tantangan, petualangan, kebebasan, resiko, perjalanan, ketidak pastian, kemandirian, keindahan, ketidaknyamanan, dll. Cinta Alloh+Rasul-Nya,Cinta Orang2 Sholeh,cinta kebenaran,cinta akhirat,cinta anak2,cinta orang tua,cinta saudara,cinta wanita+anak-anak,cinta akhwat(khusus yang menjadi istriku kelak)^_^ !! hidup berdasarkan Al-Quran danSunah2 shoheh (InsyaAllah),keinginan, impian dan cita-cita. Mengharapkan Khusnul Khatimah, mengharapkan Syurga, mengharapkan perjumpaan dgn Alloh+Rasul-Nya.

Blog apa ini?

sebuah blog yang dibuat tujuannya untuk belajar merefleksikan sebuah renungan. Kadang berupa kesedihan, kadang sebuah kesyukuran, kadang juga sekedar curhatan, tak jarang pula merefleksikan sebuah ide agar tidak hilang dan sekedar menjadi sampah di kepala. Yang jelas agar kita (saya pribadi tentunya) senantiasa menjadi Generasi Muslim Pembelajar. Yang senantiasa belajar dari banyak hal - terutama dari agama Islam yang sangat Indah - agar hidup menjadi bermakna.

Pesan Ruhiyah

"Allah menimpakan atas kamu kesedihan atas kesedihan, supaya kamu jangan bersedih hati terhadap apa yang luput dari pada kamu dan terhadap apa yang menimpa kamu. Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."
(QS. Ali-'Imran : 153)

label

Jam Berapa Ya?

Ngobrol Yuk


ShoutMix chat widget

Numpang Nebeng

Numpang Nebeng

Pengikut