
“Ya Allah perbaikilah bagiku agamaku yang merupakan pelindung perkaraku, perbaikilah duniaku yang merupakan tempat kehidupanku, perbaikilah akhiratku yang disana tempat kembaliku. Jadikanlah kehidupan ini sebagai sarana bagiku untuk menambah kebaikan, dan kematianku sebagai tempat istirahat dari segala keburukan” (HR. Muslim)
Simak sebuah doa yang dilantunkan Rasulullah itu saudaraku, sungguh luar biasa, karena di dalamnya ada pengharapan, ada munajat dan tentu saja ada keinginan untuk menggapai keberkahan hidup.
Sikap yang mentawazzunkan dua kehidupan yang akan kita lewati bersama. Keberkahan hidup di dunia dan kemuliaan di akhirat. Sebuah keinginan yang wajar, namun tentu saja tidak serta merta diraih hanya dengan berpangku tangan saurdaraku. Harus ada ikhtiar, mesti ada usaha dan tentu saja harus terealisasi dengan tindakan, agar semua bisa jadi kenyataan.
Dunia dengan segala keindahannya seringkali menggoda kita untuk tanpa batas menikmati keindahannya, hingga terkadang membuat kita lalai saudaraku. Dunia dengan kemegahannya membuat kita tak sadarkan diri, membuang waktu kita yang berharga hanya untuk memikirkan bagaimana meraih kemegahan yang abadi. Dunia yang sebentar ini dengan sangat gampang melenakan kita untuk meraih kehidupan yang lebih kekal keindahannya.
Kekekalan itu hanya di akhirat saudaraku, itulah kesenangan yang nyata sekaligus penderitaan yang sangat jelas bagi kita. Tolok ukur kesenangan dan penderitaannya hanya dilihat dari bagaimana kita menjalani kehidupan dunia. Akan berbuah kesenangan, jika setiap waktu di dunia digunakan sebagai tempat untuk menambah pundi-pundi amal dengan wujud ketaatan, atau bahkan menjadi sangat menderita di akhirat jika kita menjadikan setiap jengkal nafas dunia hanya kemirisan langkah akibat senantiasa membiarkan diri terjerembab berkali-kali dalam kubangan maksiat.
Lihatlah bagaimana Allah menjelaskan kepada kita dengan sejelas-jelasnya, “Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?" (QS. Al-An’aam: 32). Begitulah saudaraku, dunia tak lebih dari sekedar permainan dan senda gurau. Lantas mengapa kita begitu menginginannya? Bukankah sejatinya permainan itu tak kekal? Sewaktu-waktu bisa rusak, atau bahkan merusak kita!
Ada sebuah tujuan yang semestinya lebih kita harapkan. Tujuan itu adalah akhirat saudaraku. Tempat dimana kita nanti berkumpul dengan orang-orang yang shalih, meneguk nikmatnya air telaga bersama Rasulullah. Bercerita tentang perjananan masa lalu bersama orang-orang yang diberkahi Allah. dan tentu saja ada berjuta kesenangan yang telah dipersiapkan Allah untuk kita disana.
Saudaraku…,jangan salahkan diri kita jika terkadang masih saja kita terjerembab dalam maksiat. Karena itu merupakan bagian dari sifat kemanusiawian kita. Yang harus kita lakukan adalah senantiasa bertaubat dan memohon ampunan. Karena rahmat Allah begitu luas saudaraku.
Saudaraku….,Simak baik-baik sebuah hadits Rasulullah ini, Dari Anas r.a. berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, ‘Demi Zat yang jiwaku dalam genggaman tangan-Nya, andaikata kalian membuat kesalahan hingga memenuhi langit dan bumi, lalu kalian memohon ampunan kepada Allah, niscaya Dia akan mengampuni kalian. Dan, demi Zat yang jiwa Muhammad berada dalam genggaman tangan-Nya, andaikata kalian tidak membuat kesalahan, niscaya Allah akan mendatangkan kaum yang berbuat kesalahan, lalu mereka memohon ampunan kepada Allah, dan Dia pun akan mengampuni mereka.”(HR. Ahmad).
Masihkah kita ragu atas ampunan Allah saudaraku? Tanamkan dalam benak kita bahwa setiap saat Allah akan senantiasa mengampuni setiap kesalahan-kesalahan yang kita lakukan jika kita dengan sepenuh hati dan bersungguh-sungguh bertaubat atas dosa kita serta dengan azam yang kuat berusaha untuk tidak kembali mengulangi kesalahan yang telah kita perbuat.
Saudaraku…..,mari bersama kita menghisab diri kita, mari kita bersama menghitung kesalahan dan dosa-dosa kita. Karena dengan mengintropeksi diri, kita telah berada selangkah dalam jalan kebaikan. Jangan pernah berhenti berharap Allah akan memberkahi setiap langkah kita untuk mentawazzunkan dunia dan akhirat kita. Wallahu a’lam.
Label:
renungan



0 komentar:
Posting Komentar