Lelaki itu terlihat ringkih. Bahkan sekedar untuk melangkah pun membutuhkan tenaga yang tidak sedikit. Setelah penyakit stroke melumpuhkan separuh dari tubuhnya beberapa tahun yang lalu, sempat tak ada kenyakinan diri bahkan cukup lama terlarut dalam kesedihan panjang. Namun subhanallah pada akhirnya dimula dari renungan panjang akhirnya penyakit itu tak mampu menyiutkan nyalinya untuk berjalan mengukur jarak untuk on time ketika azan bergema.

Guratan nasib seolah tak terlalu dihiraukan. Yang terlihat malah sentuhan semangat ditengah lemahnya fisik yang menggrogoti jasad. Memang fisik tak mendukung untuk berbagai aktifitas yang padat namun jangan tanyakan kesungguhannya. Seolah ada azzam yang kuat “tubuh boleh dimakan penyakit, namun penyakit tak kan mampu menggoyahkan semangat untuk beribadah.”

Itulah semangat yang tampak dari sosok laki-laki tua yang sempat bercakap-cakap denganku setelah sholat ashar beberapa waktu yang lalu. Wajah tua yang mengguratkan garis-garis masa lalu yang keras, namun sejuk dipandang. Ia sempat bercerita tentang masa muda, anak dan keluarganya. Tak ada yang special ketika masih gagah, tapi sungguh bermakna setelah ujian melumpuhkan kesombongan-kesombongan masa muda.

Kini ia merasakan manisnya ibadah dan indahnya keimanan. Sholat menjadi waktu yang ditunggu-tunggu walau pada praktiknya ia tampak kesulitan menjalankan rukun-rukunnya akibat penyakit yang menimpanya. Satu hal yang luar biasa, seolah penderitaan dan kesulitan yang ia hadapi tak menghalanginya untuk menikmati setiap rekaat yang ia lakukan demi Rabbnya.

--oOo--

Saudaraku, waktu memang memiliki moment tersendiri bagi setiap manusia. Ia bisa saja dengan mudah membalik keadaan hingga 360 derajat sekalipun. Hari ini buruk, besok telah kembali pada kebaikan. Namun tak jarang, hari ini baik, besok berlumuran dosa menuju kehinaan.

Tak penting kapan dan dimana, tapi yang terpenting adalah bagaimana akhirnya. Karena pada akhirlah yang menentukan nasib kita selanjutnya. Kondisi inilah yang membuat Rasulullah mengajarkan sebuah do’a yang luar biasa maknanya pada kita, “Wahai Engkau yang membolak-balikkan hati. Tetapkanlah hati kami pada agama-Mu dan ketaatan pada-Mu.” Karena Rasulullah mewanti-wanti kita bahwa seseorang dilihat pada akhir cerita hidupnya.

Saudaraku, jangan sampai nasib kita seperti sindiran sebuah ayat al-Qur’an yang ketika manusia mengetahui bahwa hari pembalasan itu adalah benar, lalu kemudian tersadarkan akan dosa-dosa dan kesombongan yang pernah ia lakukan, lalu kemudian dengan mengemis ia berkata, “……..Ya Tuhan kami, beri tangguhlah kami (kembalikanlah kami ke dunia) walaupun dalam waktu yang sedikit, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rasul-rasul." Lalu apa yang didapat??? Allah menegaskan pada mereka, "Bukankah kamu telah bersumpah dahulu (di dunia) bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa?” (QS. Ibrahim: 44).

Bersungguh-sungguhlah dalam memperbaiki setiap waktu kita dengan usaha dan do’a. karena tak ada yang mampu mengubah nasib kita kecuali diri kita sendiri saudaraku. Berharaplah pada akhirnya kita mendapatkan keberkahan waktu dan kebaikan waktu pada akhir hidup kita.

Berdo’a dengan penuh harap agar hidayah Allah menaungi kita, dan berharaplah agar kita tak tergilas oleh biasnya lipatan waktu yang melenakan, tidak terjerembab dalam waktu yang sia-sia, dan tidak terpuruk dalam waktu yang menjerumuskan kita pada kesalahan dan dosa. Karena sesungguhnya kitalah yang berhak menentukan diri kita sendiri, tetap dalam ketaatan atau kemungkaran.

Ya Rabb….Engkau yang Maha mengetahui hati-hati kami, maka kami mohon berikan jalan yang terbaik bagi kami.

Ya Rabb….tak ada yang lebih kami inginkan kecuali bisa menhadap-Mu dengan senyuman karena mampu mengoptimalkan waktu-waktu kami untuk taat pada-Mu. Maka mudahkan langkah kami.

Ya Rabb….jadikan di masa akhir hidup kami adalah keberkahan, dan jangan engkau murkai kami di masa akhir waktu kami.

Ya Rabb….ampuni dosa-dosa yang entah telah berapa banyak kami lakukan.

Ya Rabb….wafatkan kami dalam keadaan yang baik, dan mendapatkan kenikmatan kubur yang baik pula.

Ya Rabb….Wahai Engkau yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hati kami dalam agama dan ketaatan pada-Mu.

0 komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya
Terlahir dari keluarga Moslem yang taat dan dilahirkan dengan nama lengkap Amrullah Fikri serta memiliki nama hijrah Al-Ghifari yang mengambil nama salah satu sahabat Rasul yang Ruarrrr Biasaaa. Menjadi wali Allah didunia (InsyaAllah),Ahli Ibadah,Ahli Syukur,Ahli Sedekah,Ahli Sabar,berakhlak mulia,Ahli Ilmu,punya kerajaan di syurga yang tertinggi dan menjadi salah satu anggota majelis Rasul di Syurga menjadi tujuan hidupku.(Amin.....), Aku Makhluk yang lemah,Manusia biasa yg Bercita2,yang gemar belajar dari kesalahan+pengalaman,bersahabat dengan siapa saja(kecuali mahluk halus), menyukai tantangan, petualangan, kebebasan, resiko, perjalanan, ketidak pastian, kemandirian, keindahan, ketidaknyamanan, dll. Cinta Alloh+Rasul-Nya,Cinta Orang2 Sholeh,cinta kebenaran,cinta akhirat,cinta anak2,cinta orang tua,cinta saudara,cinta wanita+anak-anak,cinta akhwat(khusus yang menjadi istriku kelak)^_^ !! hidup berdasarkan Al-Quran danSunah2 shoheh (InsyaAllah),keinginan, impian dan cita-cita. Mengharapkan Khusnul Khatimah, mengharapkan Syurga, mengharapkan perjumpaan dgn Alloh+Rasul-Nya.

Blog apa ini?

sebuah blog yang dibuat tujuannya untuk belajar merefleksikan sebuah renungan. Kadang berupa kesedihan, kadang sebuah kesyukuran, kadang juga sekedar curhatan, tak jarang pula merefleksikan sebuah ide agar tidak hilang dan sekedar menjadi sampah di kepala. Yang jelas agar kita (saya pribadi tentunya) senantiasa menjadi Generasi Muslim Pembelajar. Yang senantiasa belajar dari banyak hal - terutama dari agama Islam yang sangat Indah - agar hidup menjadi bermakna.

Pesan Ruhiyah

"Allah menimpakan atas kamu kesedihan atas kesedihan, supaya kamu jangan bersedih hati terhadap apa yang luput dari pada kamu dan terhadap apa yang menimpa kamu. Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."
(QS. Ali-'Imran : 153)

label

Jam Berapa Ya?

Ngobrol Yuk


ShoutMix chat widget

Numpang Nebeng

Numpang Nebeng

Pengikut