Ketahuilah, dakwah berjalan ditangan orang-orang yang mujahadah, sungguh-sungguh dalam memperjuangkan keimanan, sungguh-sungguh dalam memperjuangkan kebaikan. Karena dalam pengertian yang luas dakwah adalah perbaikan. Perbaikan menuju kondisi yang lebih baik, perbaikan harkat dan martabat ummat, perbaikan dalam setiap sendi kehidupan.

Karena ada kesulitanlah dakwah idealnya akan muncul. Ketertindasan, kemerajalelaan, kesewenang-wenangan dan kejahiliaan merupakan masalah awal mengapa Rasulullah berdakwah. Tidak sekedar mendakwahkan keyakinan sebagai penyempurna agama-agama yang lalu. Tetapi lebih jelasnya mengaplikasikan keluarbiasaan keyakinan tersebut dalam kehidupan sehari-hari ditengah kesemerawutan sikap dan prilaku manusia ketika itu.

Meskipun baik, tetap saja keyakinan ini dikucilkan dengan berbagai alasan yang diada-adakan dan terkadang dipaksakan oleh kaum kafir ketika itu untuk menyerang Rasulullah dan keyakinan tauhidnya. Namun, karena itulah akhirnya dakwah berkembang dan menunjukkan eksistensinya.

Dari sebuah halaqah kecil bernama Darul Arqam yang sempit itulah dakwah muncul, dari halaqah kecil itu jugalah manusia-manusia pilihan yang ditempa oleh bakat-bakat alam yang diperkaya dengan ilmu-ilmu iman dan ketakwaan bermunculan dan kemudian menyebar untuk meneruskan eksistensi dakwah secara meluas.

Dari halaqah ini jugalah nama-nama besar yang kelak mengisi lembaran-lembaran sejarah, tidak hanya mengisi sejarah umat Islam namun sejarah yang mendunia yang lebih luas.

Dari halaqah kecil inilah kehidupan dakwah dimulai secara terorganisir, rapi dan kemudian tersusun sebagai kekuatan baru yang patut diperhitungkan. Karena ada semangat, ada kepercayaan yang tinggi terhadap sang murobbi, memimpikan pahala yang kelak akan diterima, walau pada akhirnya siksaan, caci maki, darah yang tertumpah adalah bagian yang dianggap sebagai sebuah halangan-halangan kecil yang tak pernah dihiraukan. Bacalah bagaimana penderitaan para sahabat dimasa awal perjuangan dakwah, ada yang tertindas, ada yang terkucilkan, dan tak sedikit yang melalui masa-masa intervensi dari kaum kafir.

Namun mereka tak pernah tersingkir dari dakwah karena sejatinya, goresan luka, lebarnya derita hingga tumpahnya darah merupakan bait-bait perjuangan yang mestinya dinikmati, karena sekali lagi dakwah muncul akibat adanya kesulitan. Bersiaplah, ambillah bekal dan kemudian pelajarilah bagaimana dakwah mengiasi hati dan jiwa orang-orang yang tetap istiqamah di jalan dakwah agar ketika kita sudah menetapkan azam yang kuat untuk mengambil bagian dalam kafilah dakwah kita akan merasakan apa yang dirasakan oleh para pendahulu kita yang berjuang bersama dakwah di pundak mereka. Tujuannya tidak lain adalah agar kita tidak tersingkir dari jalan yang dimuliakan Allah ini. Dan mari rapatkan barisan, perkokoh keimanan dan sebarkan kemuliaan Islam seantero bumi ini karena “Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (QS. Ash Shaff: 4). Semoga Allah senantiasa mempermudah setiap bait perjuangan kita Insya Allah…..

0 komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya
Terlahir dari keluarga Moslem yang taat dan dilahirkan dengan nama lengkap Amrullah Fikri serta memiliki nama hijrah Al-Ghifari yang mengambil nama salah satu sahabat Rasul yang Ruarrrr Biasaaa. Menjadi wali Allah didunia (InsyaAllah),Ahli Ibadah,Ahli Syukur,Ahli Sedekah,Ahli Sabar,berakhlak mulia,Ahli Ilmu,punya kerajaan di syurga yang tertinggi dan menjadi salah satu anggota majelis Rasul di Syurga menjadi tujuan hidupku.(Amin.....), Aku Makhluk yang lemah,Manusia biasa yg Bercita2,yang gemar belajar dari kesalahan+pengalaman,bersahabat dengan siapa saja(kecuali mahluk halus), menyukai tantangan, petualangan, kebebasan, resiko, perjalanan, ketidak pastian, kemandirian, keindahan, ketidaknyamanan, dll. Cinta Alloh+Rasul-Nya,Cinta Orang2 Sholeh,cinta kebenaran,cinta akhirat,cinta anak2,cinta orang tua,cinta saudara,cinta wanita+anak-anak,cinta akhwat(khusus yang menjadi istriku kelak)^_^ !! hidup berdasarkan Al-Quran danSunah2 shoheh (InsyaAllah),keinginan, impian dan cita-cita. Mengharapkan Khusnul Khatimah, mengharapkan Syurga, mengharapkan perjumpaan dgn Alloh+Rasul-Nya.

Blog apa ini?

sebuah blog yang dibuat tujuannya untuk belajar merefleksikan sebuah renungan. Kadang berupa kesedihan, kadang sebuah kesyukuran, kadang juga sekedar curhatan, tak jarang pula merefleksikan sebuah ide agar tidak hilang dan sekedar menjadi sampah di kepala. Yang jelas agar kita (saya pribadi tentunya) senantiasa menjadi Generasi Muslim Pembelajar. Yang senantiasa belajar dari banyak hal - terutama dari agama Islam yang sangat Indah - agar hidup menjadi bermakna.

Pesan Ruhiyah

"Allah menimpakan atas kamu kesedihan atas kesedihan, supaya kamu jangan bersedih hati terhadap apa yang luput dari pada kamu dan terhadap apa yang menimpa kamu. Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."
(QS. Ali-'Imran : 153)

label

Jam Berapa Ya?

Ngobrol Yuk


ShoutMix chat widget

Numpang Nebeng

Numpang Nebeng

Pengikut