
Banyak peristiwa yang dianggap sebagian besar manusia musibah dan penderitaan sebenarnya adalah cikal bakal dari kebahagiaan. Karena kodratnya, dari penderitaan berkembang menjadi kebahagiaan, dari duka menjelma suka, dari sakit menjadi sehat. Seperti itulah jalan kehidupan manusia. Yang menjadi ukuran bukan waktu kapan ia mampu mengubah penderitaan menjadi kebahagiaan, tetapi proses sekuat apa ia berusaha mengubah duka menjadi suka. Setiap perubahan ada caranya sendiri, dan setiap perputaran ada jalannya sendiri. Tinggal kita ingin hanya sekedar berpangku tangan menunggu keajaiban datang atau berusaha sekuat tenaga menemukan jalan agar perputaran itu segera terjadi. Bukankah Allah menenangkan kita dengan ayat “Fainna ma’al‘usri yusraa.” “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,” (QS. Alam Nasyrah: 5). Dan bagi orang-orang yang bertakwa “maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.”(QS. Al-Lail: 7). Serta ingatlah baik-baik apa yang pernah disampaikan Rasulullah, “sungguh mengagumkan orang yang beriman itu, jika mendapat musibah mereka bersabar dan ketika mendapat nikmat mereka bersyukur”. Jadikan itu sebagai indikasi bahwa kita siap mengalami setiap perputaran kehidupan yang akan terjadi pada kita saudaraku.
Label:
renungan



0 komentar:
Posting Komentar