Bermula dari keisengan sahabat lama yang mengirim pesan singkat, menanyakan kabar, kemudian berlanjut dengan agenda silaturrahim untuk bertemu dengan sahabat-sahabat yang lain. Bingung menentukan tempat yang pas untuk bertemu, akhirnya diputuskan untuk bertemu di rumah teman yang pernah sebangku denganku saat kelas tiga SMA. Awalnya biasa saja, lama-kelamaan mulai terbayang kisah lama di pelupuk mata, ada kisah yang menuai banyak pelajaran, ada kisah yang mendewasakan, ada kisah yang menyenangkan, namun tetap ada pula kisah-kisah kepiluan.

Ternyata, waktu mampu membalikkan semua persepsi, bagaimana tidak? Bayangkan saja betapa kagetnya ketika mengetahui teman yang pernah sebangku denganku saat ini di anugrahi Allah seorang bayi perempuan yang cantik berumur 2 bulan. Seorang sahabat yang dulu duduknya persis di depanku ternyata beberapa minggu yang lalu baru melahirkan seorang bayi laki-laki yang terlihat perkasa dengan berat badan yang menurutku luar biasa. Seorang sahabat yang dulu selalu berkeluh kesah denganku ternyata sedang mengagendakan sebuah pernikahan yang telah dipersiapkan secara matang. Belum lagi ada sahabatku yang berapa minggu nanti akan melangsungkan walimah di sebuah gedung mewah. Ada sahabat yang sedang mengandung anak pertama. Ada juga yang sedang menunggu kelahiran buah hatinya. Ada juga sahabatku yang sedang cemas menghitung hari karena istrinya diprediksi akan melahirkan dalam waktu dekat ini. Sedangkan aku, masih bergelanyut dengan kesibukan mengejar-ngejar dosen dan mencari-cari formulasi kata yang tepat untuk segera menyelesaikan tesisku dari bab ke bab. Ternyata waktu perlahan demi perlahan akan membuka tabir misteri perjalanan hidup setiap manusia.

-- oOo --

Waktu adalah nafas-nafas kehidupan yang dengan menjalaninya kita mengetahui seberapa jauh kita berjalan, seberapa banyak kita bernafas, seberapa luas kita menebar kebaikan.

Waktu adalah kesedihan bagi orang-orang yang menyia-nyiakannya, membenamkan diri dalam maksiat dan tak mempersiapkan diri untuk segera bertaubat meratapi kesalahan masa lalu, maka bagi mereka al-Qur’an menuliskan “…dan barangsiapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri…”. Namun waktu adalah kebahagiaan bagi orang-orang yang mentawaddhu’kan dirinya dalam ketaatan “….Barangsiapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri.” (QS. Al Israa': 15).
Saudaraku, sadarkah kita bahwa Allah menciptakan waktu agar kita senantiasa berfikir, merenungi dan berhati-hati dalam menjalani waktu demi waktu agar kita tidak terjebak dalam kelamnya hari-hari kita.

Saudaraku, sadarkah bahwa kita lebih sering mengutamakan waktu yang sebentar dibanding waktu yang kekal. Kita lebih mempersiapkan diri untuk mulia di waktu yang sebentar dibanding menjadi mulia di waktu yang kekal. Menyibukkan diri di dalam waktu yang sementara di banding mempersiapkan diri untuk waktu yang panjang. Padahal Rasul pernah mengibaratkan kehidupan di dunia dan akhirat seperti perjalanan panjang, kemudian kita berteduh di bawah pohon, setelah itu bersiap kembali untuk memulai perjalanan. Tahukah kita bahwa dunia hanya sebatas rehat sejenak itu saudaraku, sedangkan akhirat adalah waktu-waktu yang panjang ketika kita berjalan. Waktu di dunia sangat singkat, hanya berapa nafas saja, hanya berapa langkah saja, bahkan waktu kita di dunia tak lebih dari impian kita yang terpendam, singkat sekali saudaraku.

Simaklah bagaimana waktu mampu menghadirkan sesuatu yang berbeda-beda kepada kita, terkadang ia ramah, namun tak jarang ia menjadi beringas. Ia ramah tatkala kita berada dalam jalur ketaatan, karena di saat itulah kita mampu bersabar. Namun waktu berubah menjadi beringas tatkala kita terjebak dalam kemaksiatan, karena disitulah saat kita rentan akan berbagai penyakit kedurhakaan.

Entah berapa banyak waktu yang telah kita habiskan dalam maksiat? Entah berapa banyak waktu yang kita gadaikan demi untuk sebuah kesenangan yang sebentar? Entah berapa banyak waktu yang kita lakukan untuk sebuah kedurhakaan? Sepertinya hanya dengan merenunginya kita akan tahu saudaraku di jalur mana kita sedang melangkah.(Ya Allah…, berikan keberkahan waktu pada kami).

2 komentar:

pengen nikah yaaaa. ayuk cepet cepet, disini banyak akhwat yang dalam daftar tunggu lho.... mau aku kenalin, ah enggak deng takut salah :-)

hehehehe...jadi malu...ntr pasti Allah punya waktu yang tepat buat ana ^_^

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya
Terlahir dari keluarga Moslem yang taat dan dilahirkan dengan nama lengkap Amrullah Fikri serta memiliki nama hijrah Al-Ghifari yang mengambil nama salah satu sahabat Rasul yang Ruarrrr Biasaaa. Menjadi wali Allah didunia (InsyaAllah),Ahli Ibadah,Ahli Syukur,Ahli Sedekah,Ahli Sabar,berakhlak mulia,Ahli Ilmu,punya kerajaan di syurga yang tertinggi dan menjadi salah satu anggota majelis Rasul di Syurga menjadi tujuan hidupku.(Amin.....), Aku Makhluk yang lemah,Manusia biasa yg Bercita2,yang gemar belajar dari kesalahan+pengalaman,bersahabat dengan siapa saja(kecuali mahluk halus), menyukai tantangan, petualangan, kebebasan, resiko, perjalanan, ketidak pastian, kemandirian, keindahan, ketidaknyamanan, dll. Cinta Alloh+Rasul-Nya,Cinta Orang2 Sholeh,cinta kebenaran,cinta akhirat,cinta anak2,cinta orang tua,cinta saudara,cinta wanita+anak-anak,cinta akhwat(khusus yang menjadi istriku kelak)^_^ !! hidup berdasarkan Al-Quran danSunah2 shoheh (InsyaAllah),keinginan, impian dan cita-cita. Mengharapkan Khusnul Khatimah, mengharapkan Syurga, mengharapkan perjumpaan dgn Alloh+Rasul-Nya.

Blog apa ini?

sebuah blog yang dibuat tujuannya untuk belajar merefleksikan sebuah renungan. Kadang berupa kesedihan, kadang sebuah kesyukuran, kadang juga sekedar curhatan, tak jarang pula merefleksikan sebuah ide agar tidak hilang dan sekedar menjadi sampah di kepala. Yang jelas agar kita (saya pribadi tentunya) senantiasa menjadi Generasi Muslim Pembelajar. Yang senantiasa belajar dari banyak hal - terutama dari agama Islam yang sangat Indah - agar hidup menjadi bermakna.

Pesan Ruhiyah

"Allah menimpakan atas kamu kesedihan atas kesedihan, supaya kamu jangan bersedih hati terhadap apa yang luput dari pada kamu dan terhadap apa yang menimpa kamu. Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."
(QS. Ali-'Imran : 153)

label

Jam Berapa Ya?

Ngobrol Yuk


ShoutMix chat widget

Numpang Nebeng

Numpang Nebeng

Pengikut